Journal

Panggung Sandiwara

September 7, 2017

Dunia ini panggung sandiwara
Cerita yang mudah berubah
Kisah Mahabarata atau tragedi dari Yunani
Setiap kita dapat satu peranan
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar ada peran berpura pura

– Nike Ardilla

 

 

Sebagian orang sedang berpura-pura bahagia,

Sebagian lagi sedang berangan-angan,

Ada yang sedang memperjuangkan mimpi-mimpi,

Ada juga yang memasrahkan diri,

 

Sedangkan peranku saat ini, adalah menjagamu.

Dalam kejauhan, Dalam do’a, Dalam Diam.

Sampai suatu saat ini akan berlalu,

Menjagamu dalam genggam tangan.

 

Melihatmu mempersiapkan hidangan makan malam sederhana, walapun aku tahu kamu tidak jago memasak.

Mendengarkanmu bercerita, tentang curahan hati anak kita yang baru pertama kali jatuh cinta, karena kamu dulu bilang ingin jadi ibu rumah tangga dan mengurus anak-anak bukan?

Sampai akhirnya sudah tidak ada peranan yang bisa kita mainkan.

 

 

Teras Persinggahan, 7 Sept 2017

Journal

Selalu Ada Alasan

May 12, 2017

Selalu ada alasan untuk merindukanmu.
Sesederhana kebetulan menyaksikan indah langit senja yang tidak seperti hari biasanya.
Tapi tanpamu.

Selalu ada alasan untuk merindukanmu.
Seperti saat kebetulan menemukan sudut terbaik di suatu kedai kopi yang sebelumnya tidak pernah kita datangi.
Tapi sendiri.

Selalu ada alasan untuk merindukanmu.
Seperti saat aku kebetulan mendengar melodi asing yang aku tau alunannya akan kamu sukai.
Aku baru saja akan menoleh ingin tau raut mukamu.
Tapi kamu tidak disitu.

Selalu ada alasan untuk merindukanmu.
Tiap sudut kota. Tiap tempat dan aroma. Tiap air muka.
Tiap lagu yang kamu suka. Tiap cerita yang kamu punya.

Selalu ada alasan untuk merindukanmu.
Saat aku pulang kembali dalam dekap sendiri.
Mematikan lampu. Menutup pintu.
Berbaring. Tapi dalam ruang yang bergeming.
Karena kamu tidak disitu.
Tidak bersamaku.

Selalu ada alasan untuk merindukanmu.
Saat yang aku mau adalah beristirahat di lindung rengkuhmu.
Bercerita kepadamu. Tentang lalu lalang dunia yang terlalu ribut tanpamu.
Tentang ramainya dunia tapi sepi jika tanpamu.

Aku mau pulang.
Rinduku terlalu lama berkeliaran.

 

 

source : http://sementarakita.tumblr.com/post/82173696269/8

Journal

transition

May 3, 2017

T   R   A   N   S   I   T   I   O   N

 

Journal

A Letter From The Love You Haven’t Met Yet

January 22, 2017

Dear Future Love of My Life:

I know. I should have written before. Forgive me. But I got the feeling that you were beginning to think I didn’t exist. But I do. And I wanted to let you know that while I might be as elusive as a unicorn grazing in a field of four leaf clovers, I’m close. I’m around the corner, down the street, on Facebook, in your office, at our local coffee shop, a complete stranger. I made eyes at you once on the subway. I saw you across the room at a party. I swiped you right on Tinder. But it’s not our time yet. And I know you’re wondering why.

It’s really not fair that you’ve had to wait this long, or go on blind dates, endure bad sex, settle for meh relationships, feel misunderstood, cry from loneliness, wrap your arms around a pillow as you fall asleep at night. I’m so sorry, my love. You deserve an explanation. So here it goes. It’s taken me a long time to even admit this to myself much less to you, so please know that everything I’ve written here is true.

The reasons we haven’t met yet, in no particular order:

1. I haven’t thrown out the list of things I think you should be.

2. I’m with the wrong person right now.

3. I’m not ready to be loved unconditionally.

4. Since my life isn’t together, I think you’ll reject me.

5. I still believe that drama is a show of love.

6. I’ve been intentionally keeping my head too busy to think with my heart.

7. I need to date more to understand what I do and don’t like.

8. I won’t be able to appreciate you until life has kicked my ass.

9. I’m too focused on my own needs.

10. I don’t know how to create the feeling of home that lives in my heart.

Clearly, I’m not my best self yet. Or even myself—I’m still figuring out who that is. I’m pretty sure even if we did meet, you wouldn’t like me all that much right now. It’s entirely possible that we did hit it off once, and I left without getting your information; or maybe I did get your number and never called because of any one of the above reasons.

Be patient with me, darling heart. Know that I’m working my way toward you. So don’t spend any more time thinking about where I am or am not. Just keep making your life exciting and full, so when we do finally come together, we can bring each other joy, because we are already happy.

I know it’s taking longer than you’d like. It’s a hell of a lot slower than I could have ever imagined. But I’m here. This is me talking to you. And I’m not going anywhere.

Don’t give up on me.

Yours,

In perpetuity,

The Love You Haven’t Met Yet

Continue Reading

Journal

New Journey

December 31, 2016

 

New Journey

thanks for everything you gave 2016. and all of us already waiting the 2017!

Journal

Jogja, tempat kembali

December 20, 2016

Kepada Yogyakarta (Disclaimer : Ditulis ketika Yogyakarta sedang dilanda hujan seharian, sedikit kelabu biarkanlah)

Kepada Yogyakarta, kota yang menyenangkan dan penuh kenangan. Hanyalah seorang pendatang dikota ini dan rasanyapun masih ingin berlama-lama, walapun sudah singgah selama 7tahun. Tentu bukan ditengah keramaian kota, sangat menyenangkan bukan mendengarkan pagi masih dengan burung-burung yang berlalu lalang, bukan kendaraan bermotor? Tidak perlu terburu-buru mandi pagi untuk berangkat ke kantor.

Kepada Jakarta, Ibukota yang katanya menjanjikan materi yang lebih baik, namun materi tidak pernah menjamin kualitas hidup. Jakarta sendiri sudah penuh sesak dengan pendatang, ingin sekali membiarkan Jakarta bingung dengan permasalahanya sendiri tanpa perlu ada seorang seperti saya yang menambah masalahnya.

Kadang rencana yang sudah kita susun sedemikian rapi harus berubah dalam sekejap, tentu saya sudah punya rencana, rencana hidup yang sangat mungkin terlalu detil dan hanya akan saya ceritakan kepada dia yang bersedia menjadi teman hidup bagi orang semacam saya. Namun demikian sepertinya akan sulit, dengan saya yang seperti ini menemukan pasangan hidup seia-sekata yang bersedia tinggal diantara keheningan.

Biarlah Jakarta menjadi kota asing yang akan sesekali ku singgahi dikemudian hari.

Sedangkan Yogyakarta, mungkin ini cara Tuhan untuk mengenalkan kita jauh lebih dekat.

 

Yogyakarta, 20 Desember 2016

Journal

Tentang Pertanyaan

October 3, 2016

Sekarang aku sudah bisa berhenti bertanya,
Karena dirimulah jawaban atas semua pertanyaan yang belun terjawab selama ini.

Aku pernah menjadi orang yang tak baik, begitupun kamu. Tapi selalu ada kesempatan berubah. Memperbaikinya yang kini bisa bersama. Aku pernah patah hati, kamu juga pasti mengalami. Tapi selalu ada kesempatan memaafkan keadaan. Menerimanya sebagai rangkaian jalan kehidupan.

Seperti yang telah kubilang, aku tak bisa menjamin kebahagiaanmu. Tapi aku janji satu hal, aku akan selalu menemani menjalani sisa hidupmu. Akan selalu ada bahu untuk menampung kesedihanmu, dan akan selalu ada senyuman di setiap kebahagiaanmu. Sekarang mungkin kau tak begitu mencinta. Tak mengapa, itu urusan hati. Tapi yang terpenting sekarang adalah kita bisa menemukan cara terbaik mencintai-Nya. Mecintai yang menciptakan cinta. (saridezra)

Singapore, 3 Oktober 2016

Journal

Wish that I knew how to stop time…

June 13, 2016

image

Finally we walked along in the dark
as I watched the light reappear
As she held on my hand I believe it would last
I don’t mind if the world standing still

      Further along I could see how I wished
      That I knew, how to stop time
      As she held on my hand I could see it won’t last
      I don’t mind if the world crashes down

 

Yogyakarta, 12 Juni 2016

 

Journal

Jakarta, Lagi!

May 23, 2016

 

Jakarta.. Aku datang lagi. Belum selesai aku membenahi hati.. Namun kita harus berjumpa lagi.

Senja ini,
Persimpangan jalan ini,

Hei cangkir kosong di pantry, bagaimana kamu masih bisa disini ?

Jakarta 21 Mei 2016

Journal

Yang tak Terucap

May 3, 2016

Untuk semua kata yang tak terucap,
Tersimpan rapi dalam hati.

dan masih menanti.

A.

Yogyakarta, 3 Mei 2016

Journal

Kedepan

March 26, 2016

“Still everyday I think about you
I know for a fact that’s not your problem
But if you change your mind you’ll find me
Hanging on to the place
Where the big blue sky collapse”

– Adhitya Sofyan ; Big Blue Sky Collapse

Masa depan itu didepan, bukan dibelakang.
Semua berjalan kedepan dengan kecepatan masing-masing
Meninggalkanku dibelakang.

#teraspersinggahan
Yogyakarta
26 Maret 2016

Journal

Jarak

March 15, 2016

Kalau saja jarak itu bisa dilipat hanya dengan sebuah doa, maka aku hendak mencari tahu doa seperti apa yang bisa melipat menjadi sedemikian rupa dekatnya. Perjalanan panjang selama ini sama sekali tidak bisa membuat jarak menjadi dekat. Sama sekali tidak membuat perubahan berarti. Tidak ada beda antara satu meter dan seribu kilometer bila diantara kita tetap bukan siapa-siapa. Dan kita masih berjalan sendiri-sendiri.

Continue Reading

Journal

It’s just the way we are

March 7, 2016

Jakarta dan hari senin, sengaja berangkat sedikit lebih siang dari biasanya ke kantor untuk menghindari kemacetan, tanpa buang waktu langsung kunyalakan laptop dengan logo yang menyala didepanya, kuambil headphone dan lagu pertama dari playlist yang terputar adalah dari Mobile – Dusting Down the Stars

image

“We’ve never been so close to be so far
There’s million reasons but there’s no way out”

Untuk bisa menemukan terkadang kita harus berjalan jauh, diantara jalan yang kita pilih sebagian akan mempercepat kita ke tempat tujuan atau sebaliknya, membuat kita sedikit tersesat.
Kenapa hanya sedikit? Pada akhirnya kita akan menyesuaikan jalan menuju tujuan yang kita cari, atau setidaknya ditengah ketidak tahuan kita ditemukan oleh jalan yang pada akhirnya menuntun kita ketujuan.

Proses menemukan adalah proses yang sangat melelahkan bagi sebagian orang, terkadang sebagian kita harus tersesat sangat jauh sebelum akhirnya menyadari bahwa kita telah salah memilih jalan, kita tidak perlu memutar balik terlalu jauh.. Karena tujuan sesunguhnya ada didepan, bukan dibelakang. Yang perlu kita lakukan adalah terus bergerak untuk merelakan dan meneruskan hingga bertemu persimpangan lain didepan untuk dipilih.

Kita memang harus tersesat, mungkin beberapa kali hingga akhirnya kita tau dan mengerti apa yang kita cari

Dan sekarang, aku tidak tau berada dijalur yang mana?

Terasa salah karena jalur yang kupilih kali ini terlihat sangat jauh, terjal, bergelombang dan rasa-rasanya perlengkapan dan perbekalanku saat ini tidak akan bisa menempuhnya untuk sampai akhir.

Namun juga terasa benar.. Karena sekeras, seterjal dan sebergelombang apapun jalan itu, setidaknya masih terlihat.
Yep, hanya sebuah pembenaran yang berasal dari keyakinan yang membuat hampir semua orang untuk mengambil sebuah keputusan.. Karena untuk saat ini kita tidak akan pernah tau jalan mana yang akan menuntun kita ke tujuan atau malah menyesatkan?

Meskipun jalan yang kita pilih saat ini salah, setidaknya pembenaran-pembenaran yang ada membuat kita berada dijalan yang tepat, hingga nanti kita tersadar kalau kita selama ini berada dijalan yang salah. Setidaknya kita bisa mengambil pelajaran dar perjalanan ini

Aku melihat keluar jendela, dan semua terlihat lebih jelas

Karena itu untuk saat ini biarkan aku merasa dijalan yang tepat menuju tujuan, biarkan aku walau hanya sebatas mengagumimu dari lantai gedung 2 ini.
image

It just the way we are..

 

Kantor Go-Jek Tech
Kemang Selatan
7 Maret 2016

 

 

===

Wise men say
Only fools rush in
But I can’t help falling in love with you
Shall I stay
Would it be a sin
If I can’t help falling in love with you

Like a river flows
Surely to the sea
Darling so it goes
Some things are meant to be
Take my hand,
Take my whole life too
For I can’t help falling in love with you

Journal

Just a Random Thing

March 2, 2016

Diantara sibuk dan penatnya kota Jakarta..

“Hey Van…”

Ternyata seorang teman lama yang telah merantau di Jakarta 3tahun terakhir ini menyapaku dengan antusias.

“Hey.. Loh ngapain disini?” Tanyaku

“Iya aku kerja di perusahaan asuransi, kebetulan kantor ada disebrang jalan warung Soto Mie ayam Mang Budi ini”

Dia menjelaskan dengan antusias, dan belum sempat aku menimpali, dia meneruskan pertanyaan yang membuat hilang seluruh dayaku hari itu.

“Gimana kuliah.. Hahaha belum lulus-lulus aja sih loe, trus mau nikah kapan??” Sembari menunjukan cincin di jari manis sebelah kiri.

“FFFFUUUCCCKKK!!!!” Jawabku dalam hati.

Kemang, Jakarta Selatan
2 Maret 2016