Journal

A Letter From The Love You Haven’t Met Yet

January 22, 2017

Dear Future Love of My Life:

I know. I should have written before. Forgive me. But I got the feeling that you were beginning to think I didn’t exist. But I do. And I wanted to let you know that while I might be as elusive as a unicorn grazing in a field of four leaf clovers, I’m close. I’m around the corner, down the street, on Facebook, in your office, at our local coffee shop, a complete stranger. I made eyes at you once on the subway. I saw you across the room at a party. I swiped you right on Tinder. But it’s not our time yet. And I know you’re wondering why.

It’s really not fair that you’ve had to wait this long, or go on blind dates, endure bad sex, settle for meh relationships, feel misunderstood, cry from loneliness, wrap your arms around a pillow as you fall asleep at night. I’m so sorry, my love. You deserve an explanation. So here it goes. It’s taken me a long time to even admit this to myself much less to you, so please know that everything I’ve written here is true.

The reasons we haven’t met yet, in no particular order:

1. I haven’t thrown out the list of things I think you should be.

2. I’m with the wrong person right now.

3. I’m not ready to be loved unconditionally.

4. Since my life isn’t together, I think you’ll reject me.

5. I still believe that drama is a show of love.

6. I’ve been intentionally keeping my head too busy to think with my heart.

7. I need to date more to understand what I do and don’t like.

8. I won’t be able to appreciate you until life has kicked my ass.

9. I’m too focused on my own needs.

10. I don’t know how to create the feeling of home that lives in my heart.

Clearly, I’m not my best self yet. Or even myself—I’m still figuring out who that is. I’m pretty sure even if we did meet, you wouldn’t like me all that much right now. It’s entirely possible that we did hit it off once, and I left without getting your information; or maybe I did get your number and never called because of any one of the above reasons.

Be patient with me, darling heart. Know that I’m working my way toward you. So don’t spend any more time thinking about where I am or am not. Just keep making your life exciting and full, so when we do finally come together, we can bring each other joy, because we are already happy.

I know it’s taking longer than you’d like. It’s a hell of a lot slower than I could have ever imagined. But I’m here. This is me talking to you. And I’m not going anywhere.

Don’t give up on me.

Yours,

In perpetuity,

The Love You Haven’t Met Yet

Continue Reading

Journal

New Journey

December 31, 2016

 

New Journey

thanks for everything you gave 2016. and all of us already waiting the 2017!

Journal

Jogja, tempat kembali

December 20, 2016

Kepada Yogyakarta (Disclaimer : Ditulis ketika Yogyakarta sedang dilanda hujan seharian, sedikit kelabu biarkanlah)

Kepada Yogyakarta, kota yang menyenangkan dan penuh kenangan. Hanyalah seorang pendatang dikota ini dan rasanyapun masih ingin berlama-lama, walapun sudah singgah selama 7tahun. Tentu bukan ditengah keramaian kota, sangat menyenangkan bukan mendengarkan pagi masih dengan burung-burung yang berlalu lalang, bukan kendaraan bermotor? Tidak perlu terburu-buru mandi pagi untuk berangkat ke kantor.

Kepada Jakarta, Ibukota yang katanya menjanjikan materi yang lebih baik, namun materi tidak pernah menjamin kualitas hidup. Jakarta sendiri sudah penuh sesak dengan pendatang, ingin sekali membiarkan Jakarta bingung dengan permasalahanya sendiri tanpa perlu ada seorang seperti saya yang menambah masalahnya.

Kadang rencana yang sudah kita susun sedemikian rapi harus berubah dalam sekejap, tentu saya sudah punya rencana, rencana hidup yang sangat mungkin terlalu detil dan hanya akan saya ceritakan kepada dia yang bersedia menjadi teman hidup bagi orang semacam saya. Namun demikian sepertinya akan sulit, dengan saya yang seperti ini menemukan pasangan hidup seia-sekata yang bersedia tinggal diantara keheningan.

Biarlah Jakarta menjadi kota asing yang akan sesekali ku singgahi dikemudian hari.

Sedangkan Yogyakarta, mungkin ini cara Tuhan untuk mengenalkan kita jauh lebih dekat.

 

Yogyakarta, 20 Desember 2016

Journal

Tentang Pertanyaan

October 3, 2016

Sekarang aku sudah bisa berhenti bertanya,
Karena dirimulah jawaban atas semua pertanyaan yang belun terjawab selama ini.

Aku pernah menjadi orang yang tak baik, begitupun kamu. Tapi selalu ada kesempatan berubah. Memperbaikinya yang kini bisa bersama. Aku pernah patah hati, kamu juga pasti mengalami. Tapi selalu ada kesempatan memaafkan keadaan. Menerimanya sebagai rangkaian jalan kehidupan.

Seperti yang telah kubilang, aku tak bisa menjamin kebahagiaanmu. Tapi aku janji satu hal, aku akan selalu menemani menjalani sisa hidupmu. Akan selalu ada bahu untuk menampung kesedihanmu, dan akan selalu ada senyuman di setiap kebahagiaanmu. Sekarang mungkin kau tak begitu mencinta. Tak mengapa, itu urusan hati. Tapi yang terpenting sekarang adalah kita bisa menemukan cara terbaik mencintai-Nya. Mecintai yang menciptakan cinta. (saridezra)

Singapore, 3 Oktober 2016

Journal

Wish that I knew how to stop time…

June 13, 2016

image

Finally we walked along in the dark
as I watched the light reappear
As she held on my hand I believe it would last
I don’t mind if the world standing still

      Further along I could see how I wished
      That I knew, how to stop time
      As she held on my hand I could see it won’t last
      I don’t mind if the world crashes down

 

Yogyakarta, 12 Juni 2016

 

Journal

Jakarta, Lagi!

May 23, 2016

 

Jakarta.. Aku datang lagi. Belum selesai aku membenahi hati.. Namun kita harus berjumpa lagi.

Senja ini,
Persimpangan jalan ini,

Hei cangkir kosong di pantry, bagaimana kamu masih bisa disini ?

Jakarta 21 Mei 2016

Journal

Yang tak Terucap

May 3, 2016

Untuk semua kata yang tak terucap,
Tersimpan rapi dalam hati.

dan masih menanti.

A.

Yogyakarta, 3 Mei 2016

Journal

Kedepan

March 26, 2016

“Still everyday I think about you
I know for a fact that’s not your problem
But if you change your mind you’ll find me
Hanging on to the place
Where the big blue sky collapse”

– Adhitya Sofyan ; Big Blue Sky Collapse

Masa depan itu didepan, bukan dibelakang.
Semua berjalan kedepan dengan kecepatan masing-masing
Meninggalkanku dibelakang.

#teraspersinggahan
Yogyakarta
26 Maret 2016

Journal

Jarak

March 15, 2016

Kalau saja jarak itu bisa dilipat hanya dengan sebuah doa, maka aku hendak mencari tahu doa seperti apa yang bisa melipat menjadi sedemikian rupa dekatnya. Perjalanan panjang selama ini sama sekali tidak bisa membuat jarak menjadi dekat. Sama sekali tidak membuat perubahan berarti. Tidak ada beda antara satu meter dan seribu kilometer bila diantara kita tetap bukan siapa-siapa. Dan kita masih berjalan sendiri-sendiri.

Continue Reading

Journal

It’s just the way we are

March 7, 2016

Jakarta dan hari senin, sengaja berangkat sedikit lebih siang dari biasanya ke kantor untuk menghindari kemacetan, tanpa buang waktu langsung kunyalakan laptop dengan logo yang menyala didepanya, kuambil headphone dan lagu pertama dari playlist yang terputar adalah dari Mobile – Dusting Down the Stars

image

“We’ve never been so close to be so far
There’s million reasons but there’s no way out”

Untuk bisa menemukan terkadang kita harus berjalan jauh, diantara jalan yang kita pilih sebagian akan mempercepat kita ke tempat tujuan atau sebaliknya, membuat kita sedikit tersesat.
Kenapa hanya sedikit? Pada akhirnya kita akan menyesuaikan jalan menuju tujuan yang kita cari, atau setidaknya ditengah ketidak tahuan kita ditemukan oleh jalan yang pada akhirnya menuntun kita ketujuan.

Proses menemukan adalah proses yang sangat melelahkan bagi sebagian orang, terkadang sebagian kita harus tersesat sangat jauh sebelum akhirnya menyadari bahwa kita telah salah memilih jalan, kita tidak perlu memutar balik terlalu jauh.. Karena tujuan sesunguhnya ada didepan, bukan dibelakang. Yang perlu kita lakukan adalah terus bergerak untuk merelakan dan meneruskan hingga bertemu persimpangan lain didepan untuk dipilih.

Kita memang harus tersesat, mungkin beberapa kali hingga akhirnya kita tau dan mengerti apa yang kita cari

Dan sekarang, aku tidak tau berada dijalur yang mana?

Terasa salah karena jalur yang kupilih kali ini terlihat sangat jauh, terjal, bergelombang dan rasa-rasanya perlengkapan dan perbekalanku saat ini tidak akan bisa menempuhnya untuk sampai akhir.

Namun juga terasa benar.. Karena sekeras, seterjal dan sebergelombang apapun jalan itu, setidaknya masih terlihat.
Yep, hanya sebuah pembenaran yang berasal dari keyakinan yang membuat hampir semua orang untuk mengambil sebuah keputusan.. Karena untuk saat ini kita tidak akan pernah tau jalan mana yang akan menuntun kita ke tujuan atau malah menyesatkan?

Meskipun jalan yang kita pilih saat ini salah, setidaknya pembenaran-pembenaran yang ada membuat kita berada dijalan yang tepat, hingga nanti kita tersadar kalau kita selama ini berada dijalan yang salah. Setidaknya kita bisa mengambil pelajaran dar perjalanan ini

Aku melihat keluar jendela, dan semua terlihat lebih jelas

Karena itu untuk saat ini biarkan aku merasa dijalan yang tepat menuju tujuan, biarkan aku walau hanya sebatas mengagumimu dari lantai gedung 2 ini.
image

It just the way we are..

 

Kantor Go-Jek Tech
Kemang Selatan
7 Maret 2016

 

 

===

Wise men say
Only fools rush in
But I can’t help falling in love with you
Shall I stay
Would it be a sin
If I can’t help falling in love with you

Like a river flows
Surely to the sea
Darling so it goes
Some things are meant to be
Take my hand,
Take my whole life too
For I can’t help falling in love with you

Journal

Just a Random Thing

March 2, 2016

Diantara sibuk dan penatnya kota Jakarta..

“Hey Van…”

Ternyata seorang teman lama yang telah merantau di Jakarta 3tahun terakhir ini menyapaku dengan antusias.

“Hey.. Loh ngapain disini?” Tanyaku

“Iya aku kerja di perusahaan asuransi, kebetulan kantor ada disebrang jalan warung Soto Mie ayam Mang Budi ini”

Dia menjelaskan dengan antusias, dan belum sempat aku menimpali, dia meneruskan pertanyaan yang membuat hilang seluruh dayaku hari itu.

“Gimana kuliah.. Hahaha belum lulus-lulus aja sih loe, trus mau nikah kapan??” Sembari menunjukan cincin di jari manis sebelah kiri.

“FFFFUUUCCCKKK!!!!” Jawabku dalam hati.

Kemang, Jakarta Selatan
2 Maret 2016

Journal

2k16

January 1, 2016

2k15

 

2015

“its been a great year! and Im looking forward to you 2016!”

Too many goodbyes, and yet so many hellos

Continue Reading

Journal

Menyimpan Kenangan

October 15, 2015

Cara paling gampang menyentuh perasaan seseorang salah satunya adalah dengan kenangan, apapun jenis kenangan itu sebenarnya selalu tersimpan didalam otak kita, hanya karena informasi yang kita dapat setiap detik, menit dan perjamnya sangat banyak, kenangan kita akan suatu masa tersebut  tertumpuk dan seakan menghilang, padahal tidak.

Dengan trigger yang tepat, kita bisa membuat seseorang terhenti dari segala rutinitasnya, membawa kembali kenangan-kenangan tersebut, seolah-olah dia kembali ke suatu masa dan dimana kenangan itu hidup.

Trigger yang aku maksud adalah media untuk menampilkan atau memicu agar kenangan tersebut dapat diakses secara mudah oleh otak kita, tentu saja yang aku tulis ini belum teruji secara ilmiah di IPB dan ITB, hanya berdasarkan apa yang selama ini aku rasakan dan pelajari.

 

Kenangan yang tersimpan didalam otak kita sebenarnya tidak hilang, masih ada namun tertumpuk oleh informasi-informasi baru yang kita dapat setiap harinya, pasti kalian pernah saat sedang sibuk akan sesuatu, tiba-tiba angin berhembus kencang dan sesaat kemudian turun gerimis sendu yang mulai mengguyur permukaan bumi, disaat itu tercium bau tanah yang terkena air (petrichor) dan sekan-akan membawa kita kembali ke masa lalu, buatku bau tanah yang terguyur gerimis adalah trigger menuju kenangan dimana saat aku masih duduk di bangku SD, berpeluh keringat setelah pulang sekolah dan beranjak pergi ke Masjid untuk mengaji, dan kemudian bermain sepak bola sambil hujan-hujanan dihalaman masjid hingga menjelang adzan Magrib.

Trigger ini bermacam-macam, tidak hanya bau saja.. metode yang aku lakukan dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini adalan menyimpan kenangan dengan lagu, misalkan saat aku naik gunung Semeru, playlistku salah satunya ada lagu dari RHODE yang berjudul Breathe, entah kenapa setiap kali aku mendengar lagu ini terputar, seakan-akan aku merasakan dinginya Semeru, tentramnya menunggu senja di Ranu Pane, dan perasaan lega ketika dipuncak, karena selama perjalanan itu selalu aku putar lagu itu. Menemukan trigger ini sebenarnya kebetulan saja.. karena aku mempunyai banyak library lagu-lagu di Handphone dan selalu aku putar secara acak.

Album Bondan Ft. 2Black Respect adalah triggerku untuk kembali ke masa SMP saat liburan dan study tour ke Bali, Kehadiranmu oleh SamSons adalah trigger dimana saat aku lagi getok-getolnya jatuh cinta waktu SMP. dan beberapa lagu dari KODALINE adalah trigger untuk membawaku kembali kemasa saat merantau di Belgia, setiap High-Hopes dari KODALINE terdengar olehku, seolah-olah aku kembali kemasa dimana aku menunggu pesawat sendirian di Schiphol Int Airport Amsterdam untuk kembali pulang ke Indonesia.

Masih banyak lagi sebenarnya, dan setiap orang berbeda-beda, bisa jadi trigger tersebut berbentuk rasa yang terbalut suasana, suara, dll. Contohnya ada seorang temanku, yang langsung terdiam, terbawa ke masalalu ketika dia mendengar dengung penjual makanan Putu, dan melahap putu tersebut selagi masih panas.

 

Yogyakarta, 16 Oktober 2015

Ervan M Wirawan

Journal

Arti Mudik Lebih Dalam

July 22, 2015

Di Indonesia Idul Fitri identik dengan mudik, sesungguhnya mudik mengajari dari mana kita berasal, pembahasan lebih dalam lagi akan sampai pada secuil kalimat ditembang dhandanggulo “sejatine urip ki gur mampir ngombe”. Lalu akan sampai pada pertanyaan “apa saja yang kamu lakukan selama mampir ngombe?”

Semoga saat kesempatan aku ditanyai seperti itu oleh malaikat yang bersangkutan, aku bisa menyelipkan jawabanku sebagai berikut “Diantara waktuku mampir ngombe, aku menemukan Tuhan, menemukan Tuhan diantara karya-karyanya, diantara buih dan debur ombak, dipersimpangan antar gereja-gereja tua sepanjang Eropa, diserambi-serambi masjid Timur Tengah, diantara angkuhnya pegunungan Indonesia, diantara partikel alam yg bergesekan dan menciptakan aurora borealis, diantara kering dan teriknya gurun afrika, disepenggal kisah Andalusia dan ditengah megahnya Ka’bah” . HAPPY IED !!

Nganjuk, H-1 Lebaran 2015

Journal

Brugge, I fell in love!

June 8, 2015

aku ingin kamu membaca ini sambil mendengarkan lagu dari Lady Antebellum – Just a Kiss

6:20 PM
Sekali lagi terdengar suara announcer dari balik radio yang mengumumkan penerbangan dari Amsterdam ke Jakarta akan segera diberangkatkan, aku yang saat itu masih sibuk melihat kembali foto-foto dari kamera DSLRku langsung bergegas menuju pintu A52 Schipol International Airport Amsterdam untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Indonesia.

I know that if we give this a little time
It’ll only bring us closer to the love we wanna find
It’s never felt so real, no it’s never felt so right

Continue Reading