Journal

Gerbong Kereta Ekonomi Jurusan Yogyakarta – Nganjuk

November 2, 2013

Lihatlah kawan, mereka semua tertidur, terlelap, menjelajahi mimpi-mimpi,
Tak saling menyapa, tak mempedulikan orang asing disekitaran,

Mungkin lelah, mungkin juga menurut sebagian mereka mengasingkan diri lebih menyenangkan daripada berbagi cerita.
setengahnya mungkin malas menanggapi masalah orang lain, toh masalahnya sendiri saja sudah bikin pusing.

Namun lelaki disampingku, perawakanya mirip morgan freeman, usianya  sekitar akhir 50, dengan semangat dan senyumnya menceritakan tentang betapa lucu cucunya, anak dari anak ketiganya.

Terlihat wajahnya berseri setiap mengingat hal tentang cucunya, walapun untuk mengobati rasa kangen dia harus menempuh lebih dari 300km dari jogja ke surabaya.

Cukup kuat niat dan kemauanya, mengingat usia yang tak lagi muda.

Beda lagi dengan pemuda diseberang kursi, tampangnya yang dangdut sangat pas dengan apa yg dia putar melalui handphone buatan cina miliknya,

mungkin gerbong kereta ekonomi ini dikira milik bapaknya sendiri, jadi degan tanpa rasa sungkan yg berlebihan dia putar musik kulturasi dari portugis dan afrika itu secara sak-penak-udele-dewe.

Dan ada yang seperti aku, lebih memilih mengiyakan setiap omongan orang disampingku, lebih menyibukkan diri dengan gadget dan menuliskanya.

Ah! Orang-orang gerbong 1 kereta kelas ekonomi jurusan surabaya.

ditulis didalam kereta Ekonomi Jurusan Yogyakarta-Banyuwangi, 19 Oktober 2013

 

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply